Sabtu, 08 November 2014

Procurement

Procurement adalah proses pengadaan barang dalam perusahaan yang berhubungan dengan supplier atau pemasok dari suatu barang. Manajemen Procurement adalah manajemen pengadaan barang dan jasa. Artinya proses manajemen (pengelolaan) dalam usaha memperoleh barang atau jasa yang merupakan bagian dari mata rantai suatu sistem produksi tertentu.
Tujuan Procurement Management adalah untuk memastikan agar proses pengadaan berjalan dgn lancar sehingga produk dan jasa yang dibutuhkan bisa didapat di saat yang tepat, dalam jumlah yang tepat, dengan kualitas yangg tepat dan dengan harga yang tepat pula.
Dalam menu procurement terdapat beberapa sub menu. Salah satunya adalah sub menu tentang purchasing ( pembelian ).
Purchasing ( pembelian ) adalah salah satu fungsi dasar yang umum ada di semua jenis perusahaan. Dikatakan fungsi dasar karena perusahaan tidak dapat beroperasi dengan baik tanpanya.Dari sifatnya, pembelian adalah bagian dasar dan integral dari manajemen bisnis.
1.      Purchase Order

Purchase Order merupakan surat resmi untuk melakukan pembelian yang didalamnya terdapat penjabaran pembelian produk yang akan dipesan oleh suatu perusahaan. Window Purchase Order mendefinisikan Purchase Order dari perusahaan. Didalam window Purchase Order, terdapat 3 tab ,yakni:
·         Tab Purchase Order    : untuk memasukkan nama perusahaan supplier (vendor).
·         Tab Purchase Order Line : untuk memasukkan jenis barang yang dipesan dari  supplier (sesuaikan dengan suppliernya).
·         Tab Purchase Order Tax : untuk menampilkan informasi pajak pindah ke lines order kepada tax order.
Fungsi dari Purchase Order :                                                                                                             
·         Mengendalikan proses pembelian barang
·         Penjadwalan hutang
·         Mengatur pembayaran ke pemasok
Keterkaitan Purchase Order dengan modul lain
Purchase Order memiliki keterkaitan dengan modul lain, diantaranya :
1.      Modul Business Partner, yaitu berhubungan dengan vendor.
2.      Modul Produk, yaitu berhubungan dengan stok produk di gudang.
3.       Modul Material Receipt, yaitu penerimaan barang dari suatu vendor atau supplier.
4.      Modul Invoice, yaitu surat tagihan dari supplier ke perusahaan yang membeli barang.
5.      Modul Sales Order jika kita menggunakan menu Generate PO from Sales Order(POS) yaitu setelah Sales Order (SO) selesai dibuat, kita dapat membuat Purchase Order (PO) untuk masing-masing Sales Order tersebut. Dan Purchase Order secara otomatis akan dibuat jika kita menggunakan menu ini.

Membuat Purchase Order
1.      Melalui Generate PO from Sales Order
Generate PO from Sales Order(POS) adalah Setelah Sales Order (SO) selesai, kita dapat membuat Purchase Order (PO) untuk masing-masing Sales Order. Purchase Order selalu hanya merupakan satu dari Sales Order, dalam arti satu Sales Order untuk satu Purchase Order. Purchase Order digunakan untuk mengelola transaksi penjualan yang dilakukan. Purchase Order secara otomatis akan dibuat jika kita menggunakan menu ini. Jika kita ingin membuatnya sendiri dapat melalui menu Procurement kemudian pilih Purchase Order.
Anda dapat menghasilkan Purchase Order dari sebuah Sales Order dan membuat Invoice(tagihan) atau Receipt (penerimaan) tanpa harus memasukkan kembali semua informasi yang dibutuhkan. Untuk fungsionalitas ini Compiere menyediakan ‘Create from’ feature.

                                
                               

2. Membuat Purchase Order secara langsung


Keterangan :
·         Field Order Reference
mengijinkan anda untuk memasukkan nomer referensi.
·         Field Target Document Type
Nilai default Target Document Type adalah Purchase Order, dimana hanya ada opsi tersebut.
·         Field Date Ordered dan Date Promised
Field Date Ordered (tanggal Order) dan Date Promised (tanggal dijanjikan) default kepada tanggal saat ini, namun bisa dirubah.
·         Vendor
Business Partner untuk Purchase Order pada umumnya adalah suatu vendor. Bidang berikut ini dianggap default dari Informasi Business Partner, yaitu Vendor Location, Vendor Contact, Bill To, Bill To Location.
·         Field Currency
Menampilkan Currency yang akan digunakan.
·         Field Warehouse
Secara opsional Anda dapat memilih suatu Warehouse. Ini adalah penempatan yang unik di mana produk disimpan.
·         Check-box Discount Printed
Ceklist check-box Discount Printed untuk menunjukkan bahwa diskon itu diharapkan untuk dicetak pada Purchase Order tersebut.
·         Field Document Status
Document Status menyatakan adanya status Purchase Order pada waktu ini


Keterangan :
·         Field Product
Pilih Produk yang diinginkan dengan klik-ganda pada baris yang sesuai untuk memasukkkan Produk tersebut.
·         Field Order date
Order date (Tanggal Order) ,default terhadap tab Purchase Order, tetapi dapat diubah.
·         Field Line No
Line No menyatakan adanya baris yang unik dari Purchase Order tersebut. Ini juga akan mengendalikan urutan tampilan baris Di dalam Purchase Order tersebut.
·         Field Charge
Charge (beban biaya) menyatakan jenis dari charge (Handling, Shipping, Restocking, Bank Charges dll.). Charge tidak bisa dipilih jika Anda telah memilih suatu produk. Anda hanya dapat mempunyai satu harga, sehingga harga hanya untuk salah satu apakah Produk atau charge.
·         Area Quantity
Di dalam Area Quantity, masukkan Kuantitas order tersebut. UOM default dari Definisi Produk.
·         Area Amounts
Didalam area Amounts, Unit Price, List Price, Tax dan Discount default dari Price List untuk ke Product, akan tetapi dapat diubah. Diskon adalah opsional dan akan secara otomatis terupdate jika price list dirubah / diupdate.
·         Area Status
Di dalam Area Status, baris Net Amount (Quantity * actual price) tanpa Pajak Dan charge ditampilkan, Ini menyatakan baris net amount berdasar pada kuantitas dan harga aktual tersebut. Pajak atau charge tambahan tidaklah dimasukkan.


Keterangan :
Window Order Tax menampilkan pajak yang berhubungan dengan lines Order. Dimana anda menghubungkan Pajak tersebut dengan Produk Di dalam tab Purchase Order Lines.
Untuk melihat laporan dari purchase order dengan klik icon report, maka akan muncul tampilan berikut :





Pengantar Model SPK

Pengertian DSS ( Decision Support System ) atau Sistem Penunjang Keputusan
Definisi awalnya adalah suatu sistem yang ditujukan untuk mendukung manajemen pengambilan keputusan. Sistem berbasis model yang terdiri dari prosedur-prosedur dalam pemrosesan data dan pertimbangannya untuk membantu manajer dalam mengambil keputusan. Agar berhasil mencapai tujuannya maka sistem tersebut harus :
(1) sederhana,
(2) robust,
(3) mudah untuk dikontrol,
(4) mudah beradaptasi,
(5) lengkap pada hal-hal penting,
 (6) mudah berkomunikasi dengannya.
Secara implisit juga berarti bahwa sistem ini harus berbasis komputer dan digunakan sebagai tambahan dari kemampuan penyelesaian masalah dari seseorang.

Karakteristik dan Kemampuan DSS ( Decision Support System )
1.  DSS menyediakan dukungan bagi pengambil keputusan utamanya pada situasi semi terstruktur dan tak terstruktur dengan memadukan pertimbangan manusia dan informasi terkomputerisasi. berbagai masalah tak dapat diselesaikan (atau tak dapat diselesaikan secara memuaskan) oleh sistem terkomputerisasi lain, seperti EDP atau MIS, tidak juga dengan metode atau tool kuantitatif standar.
2.  Dukungan disediakan untuk berbagai level manajerial yang berbeda, mulai dari pimpinan puncak sampai manajer lapangan.
3. Dukungan disediakan bagi individu dan juga bagi group. Berbagai masalah organisasional melibatkan pengambilan keputusan dari orang dalam group. Untuk masalah yang strukturnya lebih sedikit seringkali hanya membutuhkan keterlibatan beberapa individu dari departemen dan level organisasi yang berbeda.
4. DSS menyediakan dukungan ke pelbagai keputusan yang berurutan atau saling berkaitan.
5. DSS mendukung pelbagai fase proses pengambilan keputusan: intelligence, design, choice dan implementation.
6.  DSS mendukung pelbagai proses pengambilan keputusan dan style yang berbeda-beda; ada kesesuaian diantara DSS dan atribut pengambil keputusan individu (contohnya vocabulary dan style keputusan).
7.  DSS selalu bisa beradaptasi sepanjang masa. Pengambil keputusan harus reaktif, mampu mengatasi perubahan kondisi secepatnya dan beradaptasi untuk membuat DSS selalu bias menangani perubahan ini. DSS adalah fleksibel, sehingga user dapat menambahkan, menghapus, mengkombinasikan, mengubah, atau mengatur kembali elemen-elemen dasar (menyediakan respon cepat pada situasi yang tak diharapkan). Kemampuan ini memberikan analisis yang tepat waktu dan cepat setiap saat.
8. DSS mudah untuk digunakan. User harus merasa nyaman dengan sistem ini. User-friendliness, fleksibelitas, dukungan grafis terbaik, dan antarmuka bahasa yang sesuai dengan bahasa manusia dapat meningkatkan efektivitas DSS. Kemudahan penggunaan ini diiimplikasikan pada model yang interaktif.
9. DSS mencoba untuk meningkatkan efektivitas dari pengambilan keputusan (akurasi, jangka waktu, kualitas), lebih daripada efisiensi yang bisa diperoleh (biaya membuat keputusan, termasuk biaya penggunaan komputer).
10. Pengambil keputusan memiliki kontrol menyeluruh terhadap semua langkah proses pengambilan keputusan dalam menyelesaikan masalah. DSS secara khusus ditujukan untuk mendukung dan tak menggantikan pengambil keputusan. Pengambil keputusan dapat menindaklanjuti rekomendasi komputer sembarang waktu dalam proses dengan tambahan pendapat pribadi atau pun tidak.
11. DSS mengarah pada pembelajaran, yaitu mengarah pada kebutuhan baru dan penyempurnaan sistem, yang mengarah pada pembelajaran tambahan, dan begitu selanjutnya dalam proses pengembangan dan peningkatan DSS secara berkelanjutan.
12.  User/pengguna harus mampu menyusun sendiri sistem yang sederhana. Sistem yang lebih besar dapat dibangun dalam organisasi user tadi dengan melibatkan sedikit saja bantuan dari spesialis di bidang Information Systems (IS).
13. DSS biasanya mendayagunakan pelbagai model (standar atau sesuai keinginan user) dalam menganalisis berbagai keputusan. Kemampuan pemodelan ini menjadikan percobaan yang dilakukan dapat dilakukan pada berbagai konfigurasi yang berbeda.
14. DSS dalam tingkat lanjut dilengkapi dengan komponen knowledge yang bisa memberikan solusi 
yang efisien dan efektif dari berbagai masalah yang rumit.

Keuntungan dari DSS ( Decision Support System )                          
1.      Mampu mendukung pencarian solusi dari masalah yang kompleks.
2.      Respon cepat pada situasi yang tak diharapkan dalam kondisi yang berubah-ubah.
3.      Mampu untuk menerapkan pelbagai strategi yang berbeda pada konfigurasi berbeda secara cepat dan tepat.
4.      Pandangan dan pembelajaran baru.
5.      Memfasilitasi komunikasi.
6.      Meningkatkan kontrol manajemen dan kinerja.
7.      Menghemat biaya.
8.      Keputusannya lebih tepat.
9.      Meningkatkan efektivitas manajerial, menjadikan manajer dapat bekerja lebih singkat dan dengan sedikit usaha.
10.  Meningkatkan produktivitas analisis.
Komponen dari DSS ( Decision Support System )
1.      Data Management
Termasuk database, yang mengandung data yang relevan untuk berbagai situasi dan diatur oleh software yang disebut Database Management Systems (DBMS).
2.      Model Management
Melibatkan model finansial, statistikal, management science, atau berbagai model kuantitatif lainnya, sehingga dapat memberikan ke sistem suatu kemampuan analitis, dan manajemen software yang diperlukan.
3.      Communication (dialog subsystem)
User dapat berkomunikasi dan memberikan perintah pada DSS melalui subsistem ini. Ini berarti menyediakan antarmuka.
4.      Knowledge Management
Subsistem optional ini dapat mendukung subsistem lain atau bertindak sebagai komponen yang berdiri sendiri.

Model pada DSS ( Decision Support System )
Karekteristik utama dari DSS adalah adanya kemampuan pemodelan. Model adalah representasi sederhana atau penggambaran dari kenyataan. Terdapat 3 jenis model:
1.      Iconic (Scale). Replika fisik dari sistem, biasanya dalam skala tertentu dari bentuk aslinya. GUI pada OOPL adalah contoh dari model ini.
2.      Analog. Tak seperti sistem yang sesungguhnya tetapi berlaku seperti itu. Lebih abstrak daripada model Iconic dan merupakan representasi simbolis dari kenyataan. Contoh: bagan organisasi, peta, bagan pasar modal, speedometer.
3.      Matematis (Kuantitatif). Kompleksitas hubungan dalam sistem organisasi tak dapat direpesentasikan dengan Iconic atau Analog, karena kalau pun bisa akan memakan waktu lama dan sulit. Analisis DSS menggunakan perhitungan numerik yang dibantu dengan model matematis atau model kuantitatif lainnya.

Keuntungan Model pada DSS ( Decision Support System )        
Di bawah ini adalah alasan utama mengapa MSS menggunakan model:
1.      Biaya analisis model lebih murah daripada percobaan yang dilakukan pada sistem yang sesungguhnya.
2.      Model memungkinkan untuk menyingkat waktu. Operasi bertahun-tahun dapat disimulasikan dalam hitungan menit di komputer.
3.      Manipulasi model (perubahan variabel) lebih mudah dilakukan daripada bila diterapkan pada sistem nyata. Selanjutnya percobaan yang dilakukan akan lebih mudah dilakukan dan tak mengganggu jalannya operasi harian organisasi.
4.       Akibat yang ditimbulkan dari adanya kesalahan-kesalahan sewaktu proses trial-and-error lebih kecil daripada penggunaan model langsung di sistem nyata.
5.       Lingkungan sekarang yang makin berada dalam ketidakpastian. Penggunaan pemodelan menjadikan seorang manajer dapat menghitung resiko yang ada pada proses-proses tertentu.
6.      Penggunaan model matematis bisa menjadikan analisis dilakukan pada kemungkinan kemungkinan solusi yang banyak sekali, bahkan bisa tak terhitung. Dengan adanya komunikasi dan teknologi canggih sekarang ini, manajer akan seringkali memiliki alternatif - alternatif pilihan.
7.      Model meningkatkan proses pembelajaran dan meningkatkan pelatihan.

Proses Pemodelan
Berikut ini adalah proses yang terjadi pada pemodelan:                                                                   
a.       Trial and error dengan sistem nyata. Tapi ini tak berjalan bila:
1.      Terlalu banyak alternatif untuk dicoba.
2.      Akibat samping dari error yang terjadi besar pengaruhnya.
3.      Lingkungan itu sendiri selalu berubah.
a.       Simulasi.
b.      Optimisasi
c.       Heuristic.

Rabu, 15 Oktober 2014

Bahagia itu sederhana?

Ternyata kebahagiaan itu bukan sebanyak apa uang yang kita miliki dan bukan sebanyak apa harta yang kita miliki. Terkadang mereka menganggap semua akan terlihat sempurna ketika kita memiliki harta dan pangkat. Semua harta dan pangkat itu tidak pernah berguna jika kita tidak bisa merasakan posisi nyaman dan bahagia saat kita memliki semua yang mungkin banyak orang yang tidak memilikinya. Mungkin semua orang ingin mencapai kebahagiaannya tetapi tidak serta merta kebahagiaan itu datang jika kita memiliki banyak uang. Banyak diluar sana orang yang tidak begitu memiliki apa yang kita punya tetapi mereka dapat menikmati hidup mereka tanpa beban dan tanpa paksaan. Mereka dapat merasakan kebahagiaan yang mungkin tidak pernah kita hadapi sebelumnya.
Rasa kebebasan, rasa nyaman dan kebersamaan yang begitu kita dambakan.
Bahagia itu sederhana ,
Tak perlu uang yang berlimpah, mobil mewah, dan pangkat yang terlihat di pakaian kita. Bahagia itu ketika kita dapat merasakan pelukan disaat kita terjatuh, ketika kita mendapatkan semangat bukan paksaan dan tuntutan untuk menjadi diri orang lin. Bahagia itu ketika kita dapat menjadi diri kita sendiri dan meraih dunia kita sendiri tanpa harus menjadi robot mainan yang dijalankan pemiliknya menggunakan sebuah remote control dan menuruti perintah pemilik robot tersebut.
Sama seperti kita yang harus dan dituntut untuk menjadi seorang yang sukses tanpa mereka tau bagaimana kita menggapainya, Tanpa mereka tau apa yang sebenarnya kita rasakan. Yang hanya mereka tau kita harus sukses sama seperti seseorang yang telah meraih kesuksesan tersebut bahkan terkadang kita dituntut untuk memiliki pendamping hidup yang sama pula.
Mereka bukan Tuhan yang tau dengan siapa kita berjodoh, mereka hanya manusia biasa dan mungkin tidak begitu berhak untuk urusan ini karena ini masa depan kita. Kita yang akan menjalani untuk kedepannya. Kita yang tau siapa yang baik dan yang kita inginkan untuk jadi pendamping hidup kita kelak.
Bahagia itu sederhana,
Ketika kita dapat meraih apa yang kita inginkan untuk masa depan kita kelak. sebaik atau seburuk apapun itu namun karena itu pilihan kita, kita harus dapat menerima dan menikmati proses hidup kita. Jangan pernah menyesal dengan apa yang kita pilih tapi sesalilah sesuatu yang tidak bisa kita pilih dan yang harus kita turuti walaupun itu sangat terpaksa.
Masa depan kita ada di tangan kita. kita yang merasakan, kita yang menjalaninya maka dari itulah kita juga yang harus memilihnya sendiri.

Telematika

Pengertian Telematika
Telematika merupakan adopsi dari bahasa Prancis yang sebenarnya adalah “TELEMATIQUE” yang kurang lebih dapat diartikan sebagai bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Pertama kali istilah Telematika digunakan di Indonesia adalah pada perubahan pada nama salah satu laboratorium telekomunikasi di ITB pada tahun 1978.
Cikal bakal Laboratorium Telematika berawal pada tahun 1960-an. Sempat berganti-ganti nama mulai dari Laboratorium Switching lalu Laboratorium Telekomunikasi Listrik. Seiring perjalanan waktu dan tajamnya visi para pendiri, pada tahun 1978 dilakukan lagi perubahan nama menjadi Laboratorium Telematika. Ketika itu, nama Telematika tidak sepopuler seperti sekarang. Pada tahun 1978 itulah, di Indonesia, istilah Telematika pertama kali dipakai.
Para praktisi mengatakan bahwa TELEMATICS merupakan perpaduan dari dua kata yaitu dari “TELECOMMUNICATION and INFORMATICS” yang merupakan perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah telematika juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari perkembangan teknologi digital. Dalam wikipedia disebutkan bahwa Telematics juga sering disebut dengan ICT (Information and Communications Technology).
Istilah telematika sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:
1.      Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
2.      Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
3.      Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics).
Jadi apa sih telematika itu?
Menurut saya telematika itu adalah cara berkomunikasi atau berhubungan dengan orang lain atau orang terdekat kita walaupun mereka berada dalam jarak yang jauh namun kita dapat tetap berkomunikasi dengan baik. Seperti contoh adalah penggunakan skype yang merupakan akses video call yang dapat menghubungkan kitra dengan siapa pun dalam jarak yang jauh sehingga kita dapat berkomunikasi sekaligus menatap ekspresi mereka.


Perkembangan Telematika di Indonesia
Peristiwa proklamasi 1945 membawa perubahan yang bagi masyarakat Indonesia, dan sekaligus menempatkannya pada situasi krisis jati diri. Krisis ini terjadi karena Indonesia sebagai sebuah negara belum memiliki perangkat sosial, hukum, dan tradisi yang mapan. Situasi itu menjadi ‘bahan bakar’ bagi upaya-upaya pembangunan karakter bangsa di tahun 50-an dan 60-an. Di awal 70-an, ketika kepemimpinan soeharto, orientasi pembangunan bangsa digeser ke arah ekonomi, sementara proses – proses yang dirintis sejak tahun 50-an belum mencapai tingkat kematangan.
Dalam latar belakang sosial demikianlah telekomunikasi dan informasi, mulai dari radio, telegrap, dan telepon, televise, satelit telekomunikasi, hingga ke internet dan perangkat multimedia tampil dan berkembang di Indonesia. Perkembangan telematika penulis bagi menjadi 2 masa yaitu masa sebelum atau pra satelit dan masa satelit.

1. Masa Pra-Satelit
Radio dan Telepon
Di periode pra satelit (sebelum tahun 1976), perkembangan teknologi komunikasi di Indonesia masih terbatas pada bidang telepon dan radio. Radio Republik Indonesia (RRI) lahir dengan di dorong oleh kebutuhan yang mendesak akan adanya alat perjuangan di masa revolusi kemerdekaan tahun 1945, dengan menggunakan perangkat keras seadanya. Dalam situasi demikian ini para pendiri RRI melangsungkan pertemuan pada tanggal 11 September 1945 untuk merumuskan jati diri keberadaan RRI sebagai sarana komunikasi antara pemerintah dengan rakyat, dan antara rakyat dengan rakyat.
Sedangkan telepon pada masa itu tidak terlalu penting sehingga anggaran pemerintah untuk membangun telekomunikasipun masih kecil jumlahnya. Saat itu, telepon dikelola oleh PTT (Perusahaan Telepon dan Telegrap) saja. Sampai pergantian rezim dari Orla ke Orba di tahun 1965, RRI merupakan operator tunggal siaran radio di Indonesia. Setelah itu bermunculan radio – radio siaran swasta. Lima tahun kemudian muncul PP NO. 55 tahun 1970 yang mengatur tentang radio siaran non pemerintah.
Periode awal tahun 1960-an merupakan masa suram bagi pertelekomunikasian Indonesia, para ahli teknologi masih menggeluti teknologi sederhana dan “kuno”. Misalnya saja, PTT masih menggunakan sentral-sentral telepon yang manual, teknik radio High Frequency ataupun saluran kawat terbuka (Open Were Lines). Pada masa itu, banyak negara pemberi dana untuk Indonesia – termasuk pendana untuk pengembangan telekomunikasi, menghentikan bantuannya. Hal itu karena semakin memburuknya situasi dan kondisi ekonomi dan politi di Indonesia.
Tercatat bahwa pada masa 1960-1967, hanya Jerman saja yang masih bersikap setia dan menaruh perhatian besar pada bidang telekomunikasi Indonesia, dan menyediakan dana walau di masa-masa sulit sekalipun. Ketika itu pengembangan telekomunikasi masih difokuskan pada pengadaan sentra telepon, baik untuk komunikasi lokal maupun jarak jauh, dan jaringan kabel. Indonesia saat itu belum memiliki satelit. Sentral telepon beserta perlengkapan hubungan jarak jauh ini diperoleh dari Jerman. Pada saat itu, Indonesia hanya dapat membeli produk yang sama, dari perusahaan yang sama, yakni Perusahaan Jerman. Tidak ada pilihan lain bagi Indonesia.
Keleluasaan barulah bisa dirasakan setelah di tahun 1967/1968 mengalir pinjaman-pinjaman ke Indonesia, baik bilateral ataupun pinjaman multilateral dari Bank Dunia, melalui pinjaman yang disepakati IGGI. Akan tetapi, pada masa inipun inovasi dalam pemfungsian teknologi telekomunikasi masih belum berkembang dengan baik di negeri ini. Peda dasarnya kita memberi dan memakai perlengkapan seperti switches, cables, carries yang sudah lazim kita pakai sebelumnya.
Televisi
Badan penyiaran televisi lahir tahun 1962 sebelum adanya satelit yang semula hanya dimaksudkan sebagai perlengkapan bagi penyelenggara Asian Games IV di Jakarta. Siaran percobaan pertama kali terjadi pada 17 Agustus 1962 yang menyiarkan upacara peringatan kemerdekaan RI dari Istana Merdeka melalui microwave. Dan pada tanggal 24 Agustus 1962, TVRI bisa menyiarkan upacara pembukaan Asian Games, dan tanggal itu dinyatakan sebagai hari jadi TVRI.
Terdorong oleh inovasi, akhirnya pada tanggal 14 November 1962 untuk pertama kalinya TVRI memberanikan diri melakukan siaran langsung dari studio yang berukuran 9×11 meter dan tanpa akustik yang memadai. Acaranya terbatas, hanya berupa permainan piano tunggal oleh B.J. Supriadi dengan pengaruh acara Alex Leo.
Lebih setahun setelah siaran pertama, barulah keberadaan TVRI dijelaskan dengan pembentukan Yayasan TVRI melalui Keppres No. 215/1963 tertanggal 20 oktober 1963. Antara lain disebutkan bahwa TVRI menjadi alat hubungan masyarakat (mass communication media) dalam pembangunan mental/spiritual dan fisik daripada Bangsa dan Negara Indonesia serta pembentukan manusia sosialis Indonesia pada khususnya.
Sampai tahun 1989, TVRI merupakan operator tunggal di bidang penyiaran televise.
Jadi sebelum satelit palapa mengorbit, Indonesia hanya mengenal telekomunikasi yang bersifat terestrial, yakni yang jangkauannya masih dibatasi oleh lautan. Telekomunikasi seperti ini tidak bisa menjangkau pulau-pulau kecuali melalui penggunaan SKKL (Saluran Komunikasi Kabel Laut) yang mahal dan sulit dipergunakan.
2. Masa Satelit
Satelit Domestik Palapa
Gagasan tentang peluncuran satelit bagi telekomunikasi domestik di Indonesia bisa ditelusuri asal muasalnya dari sebuah konferensi di Janewa tahun 1971 yang disebut WARCST (World Administrative Radio Confrence on Space Telecomunication).

Pada konferensi itu di tampilkan pila pameran dari perusahaan raksasa pesawat terbang Hughes. Perusahaan inilah yang mengusulkan ide pemanfaatan satelit bagi kepentingan domestik Indonesia. Hal tersebut disambut oleh Suhardjono yang berlatar belakang militer dan membawa masalah satelit itu sampai ke Presiden RI.
Selain pertimbangan kelayakan ekonomi dan teknis, sejarah peluncuran satelit ini juga diwarnai oleh kepentingan politik dimana hubungan antara Indonesia dengan negara- negara lain sudah mulai bersahabat. Di sisi lain, satelit memungkinkan penyebaran luas ideologi negara ke masyarakat luas melalui TV, satelit juga menguntungkan secara ekonomi.
Komunikasi tentang cara-cara menggali sumber daya alam dapat berlangsung dengan mudah. Ini berlaku untuk kasus tembaga pura (Freeport) dan di Dili. Peluncuran satelit Palapa di Cape Canaveral, Florida, bulan Agustus 1976 pada panel peluncuran terdapat 3 orang Indonesia dan perwakilan dari perusahaan NASA dan Hughes.
Kejadian ini diresmikan juga melalui pidato kenegaraan oleh presiden Soeharto di Jakarta, tanggal 16 Agustus 1976. ini merupakan satu- satunya proyek teknologi yang mendapat tempat terhormat di gedung Parlemen. Namun peluncuran satelit itu merupakan kebijakan nasional yang gagasan awalnya dicetuskan oleh pemerintah.
Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa Indonesia pernah mengalami ancaman perpecahan. Untuk mempersatukan tanah air yang sangat luas ini diperlukan sarana perhubungan yang mencakup seluruh wilayah nusantara. Proses kelahiran satelit ini hanya melibatkan sedikit teknokrat dan teknolog yang berpihak pada kepentingan Orba.

Teknologi Telematika hingga saat ini
Bidang Transportasi
TOYOTA merupakan salah satu contoh yang menerapkan layanan telematika di bidang transportasi di Indonesia. Semakin tingginya mobilitas masyarakat, terutama di wilayah perkotaan, membutuhkan layanan penunjang yang mampu membantu masyarakat untuk sampai ke tujuannya dalam waktu singkat. Toyota melihat peluang ini dengan mengembangkan layanan telematika.
Telematika (telekomunikasi dan teknologi satelit) akan menjadi bagian dari gaya hidup berkendara di abad 21 yang harus difasilitasi. Selain itu, Toyota juga memiliki layanan navigasi yang menggandeng perusahaan pemetaan Tele Atlas. Informasi dan peta lengkap dengan 13.000 lokasi-lokasi penting, mulai hotel, rumah sakit, hingga dealer Toyota sudah terekam. Saat ini peta tersebut sudah meng-cover wilayah Pulau Jawa dan Bali. Pada September 2008, layanan peta akan menjangkau mencapai Sumatra. Toyota juga mengembangkan perangkat keras dan Graphics User Interface (GUI) yang didesain secara khusus.

Bidang Komunikasi

Yang termasuk dalam layanan telematika di bidang komunikasi adalah layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika.
Contoh lainnya, sekarang semua orang sudah mempunyai handphone, dan semakin hari semakin pesat perkembangan teknologinya, dan semakin memudahkan para penggunanya untuk mendapatkan informasi secara langsung baik itu dari sms maupun push email yg lagi booming-nya di Indonesia akibat pasar handphone blackberry atau sekedar browsing dengan menggunakan wifi ataupun WAP.

Trend Telematika Masa Depan
1.      Nanoteknologi
Perwujudan teknologi ini berupa benda yang sangat kecil hingga sulit untuk dipegang dengan tangan kosong. Nanoteknologi akan memudahkan manusia untuk memanipulasi partikel kecil yang hanya memiliki ukuran sekecil atom.
2.      Space Elevator
Elevator besutan Jepang ini rencananya dapat digunakan untuk membawa manusia mengujungi stasiun luar angkasa dalam waktu 8 hari.
3.      Flying Car
Teknologi masa depan ini adalah teknologi yang paling ditunggu oleh semua orang. Karena situasi lalu lintas darat yang semakin padat, perusahaan mobil Terrafugia mengembangkan mobil terbang untuk menghindari kemacetan darat yang membuat frustasi banyak orang.
4.      Scramjet
Sebuah pesawat terbang yang memiliki kecepatan 10x lipat dari kecepatan suara. Biasanya dari New York ke Tokyo membutuhkan waktu 18 jam di pesawat terbang biasa. Namun, dengan scramjet Anda hanya menempuh perjalanan tersebut hanya 2 jam.

Sumber
http://uzi-online.blogspot.com/2012/10/definisi-perkembangan-dan-trend-kedepan.html
http://karmila.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/15747/Tayangan+Peng-Telematika.pdf.
http://artikelterkait.com/teknologi-masa-depan-yang-super-canggih.html